Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Mitra Rakyat Sulawesi

TWITTER

Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Paduan koko dan jeans jaga pria tetap trendy saat Ramadan

Terkadang, banyak pria tidak terlalu peduli dengan penampilan mereka. Berangkat ke kantor, ngabuburit, atau mungkin kerja lapangan, para pria cenderung menggunakan pakaian yang santai dan nyaman di tubuh mereka. 

Namun, tidak ada salahnya mencoba mengutak-atik otak Anda untuk mengombinasikan isi lemari pakaian agar terlihat semakin gaya.

Gaya berbusana pria terkadang suka dideskripsikan, tetapi sepertinya generasi sekarang sudah sangat peduli dengan fesyen. Bahkan, para pria pun tidak mau ketinggalan dengan wanita merancang gaya berbusana untuk hangout. Nah, bagaimanakah fesyen pria saat di bulan Ramadan?

Dilansir dari ramadhan.701pages.com, perjalanan visual dari fesyen pria di setiap bulan Ramadan dan menuju Hari Raya cenderung sama. Para wanita dengan mudah dan leluasa bereksperimen dengan koleksi Ramadan terbaru sedangkan pria cenderung bosan dengan baju Ramadan yang mereka miliki. 

Warna! Warna adalah salah satu hal yang pria dapat ubah dalam fesyen Ramadan mereka. Bahkan dalam pilihan warna pun, pria tidak begitu memiliki banyak pilihan. Unless, para pria nyaman menggunakan warna girly dalam fesyen Anda.

Kini, remaja pria terlihat lebih aktif dalam memadupadankan baju-baju bertema Islam dan Ramadan. Baju koko memang masih menjadi pilihan utama, tapi memasangkannya dengan kaca mata hitam gaya misalnya, jelas memberikan sentuhan lebih elegan dan sangat keren.

Ditambah juga sepasang sepatu boots kesayangan. Baju koko dengan kaca mata bergaya, celana jeans dan sepasang boots? Anda siap untuk rock n' roll!

Baju koko yang biasanya digunakan terbuat dari bahan yang lembut, bahannya dingin dan jelas sangat nyaman digunakan. Kebanyakan baju koko terbuat dari katun. 

Perbedaan pria dan wanita juga terlihat ketika pria tidak terlalu menghiraukan jika mereka memakai baju dengan desain dan warna yang sama seperti teman mereka. Sebaliknya wanita pasti akan menemukan hal ini dengan histeris.

Pilihan terbaru dalam fesyen pria di bulan Ramadan juga berupa baju koko bisa dipasangkan dengan jeans denim atau juga celana khaki. Dan tambahan aksesoris lainnya adalah peci atau kopiah dan scarf Arab.

Nah, Anda masih bingung memutuskan baju untuk ngabuburit? Let your Ramadan fashion all out boys!

[bai]

TIPS Berolahraga Saat Berpuasa

BANYAK manfaat berolahraga. Tidak hanya membuat tubuh lebih ramping dan kencang, kulitpun menjadi lebih cerah.
Saat bulan puasa datang, dapatkah rutinitas tersebut tetap dilakukan mengingat asupan energi dan nutrisi berkurang? Tentu bisa. Justru dengan tetap rutin berolahraga Anda tetap terlihat segar selama menjalani puasa. Nah, berikut adalah tip berolahraga di saat bulan puasa.

1. Pagi Hari Setelah Sahur
Untuk tujuan kesehatan dan kebugaran baik melakukan olahraga pagi hari setelah sahur. Hanya yang perlu diperhatikan, lakukan intensitas olahraga ringan sehingga tidak membuat Anda dehidrasi dan kelelahan berlebihan siang harinya. Berolahragalah selama 30-45 menit.

2. Sore Hari Menjelang Berbuka
Bila tujuannya menjaga kekuatan, bentuk otot, dan tubuh, tentu Anda memerlukan intensitas olahraga sedikit lebih berat. Lakukan olahraga 30-60 menit sebelum berbuka. Tidak perlu khawatir akan kurangnya kandungan cairan dan kelelahan pada detik-detik jelang berbuka. Karena segera setelah berbuka kekurangan cairan akan teratasi.

3. Perhatikan Asupan 
Konsumsilah makanan tinggi protein dan kaya serat karena jenis makanan ini menyimpan energi lebih lama. Anda tidak mudah merasa lapar. Tidak mudah lelah saat Anda harus berolahraga di saat berpuasa. Misalnya, mulailah sahur dengan jus sayuran hijau: bayam, batang seledri, air jeruk lemon, nanas, dan madu. Baru minum teh manis panas atau susu. Telur rebus, kacang-kacangan dan sayuran pastikan ada dalam daftar menu sahur Anda. Lengkapi dengan konsumsi vitamin (vitamin C, E, dan minyak ikan). Sore hari, setelah berolahraga, berbukalah dengan makanan segar menyehatkan. Misalnya memasukkan daftar kombinasi jus segar dalam menu berbuka Anda. Ganti kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka dengan potongan sandwich roti gandum, dan isi menu utama dengan makanan dengan gizi seimbang.

4. Hati-hati dan Dengarkan Tubuh Anda
Ada baiknya sebelum berolahraga, kenali dengan baik kondisi tubuh Anda hari itu. Bagaimana tekanan darah Anda, denyut nadi, suhu tubuh, semua harus terukur secara obyektif. Anda yang paling tahu kondisi tubuh Anda. Jangan terlalu memaksakan diri berolahraga jika memang tubuh terasa tidak fit.

5. Memilih Olahraga Yang Tepat
Jika Anda memilih waktu berolahraga di pagi hari setelah sahur, maka pilihlan jenis olahraga yang ringan. Anda bisa joging, bersepeda, jalan cepat, yoga, atau body balance. Jika Anda merasa fit dan memilih waktu berolahraga di sore hari yang intensitasnya lebih tinggi, Anda bisa melakukan latihan kardio dikombinasi dengan sedikit latihan beban, lari, senam dansa, pilates, renang selama 30 hingga 60 menit sebelum berbuka.

6. Tidur Cukup
Atur waktu tidur Anda dengan baik. Umumnya saat berpuasa waktu tidur menjadi berkurang. Saat berpuasa, Anda harus bangun pukul 3 pagi menyiapkan sahur. Padahal dibutuhkan tidur cukup minimal 6 jam, jika ingin melakukan aktivitas olahraga. Untuk menyiasatinya maka tidurlah lebih cepat di malam hari. Atur waktu secermat mungkin sehingga waktu tidur Anda mencukupi 6-8 jam.

Kazuhiro Watanabe, Rambut Mohawk Terpanjang di Dunia

Sebuah catatan rekor baru telah diraih oleh Kazuhiro Watanabe, desainer dari Jepang yang memiliki rambut mohawk terpanjang di dunia.

Pada acara jumpa press peluncuran buku Guinness Book of World Records edisi 2013 di New York, (youtube Published - Sep 12, 2012) seorang pria Jepang berhasil menarik perhatian orang-orang karena gaya rambutnya yang tidak biasa.
Dialah Kazuhiro Watanabe, sang pemilik rekor rambut mohawk terpanjang di dunia.

Pria berusia 40 tahun itu membutuhkan waktu selama 15 tahun agar panjang mohawknya bisa mencapai 1,1 meter.

Bagaimana cara Watanabe meninggikan rambutnya biar bisa berdiri tegak seperti itu?
Watanabe tidak melakukannya seorang diri. Ia membutuhkan tiga orang penata rambut untuk mengoleskan jel rambut dan juga menyemprotkan hair spray ke rambutnya yang panjang.
Karena prosesnya yang merepotkan seperti itu dan tentu saja menghabiskan cukup banyak biaya, Watanabe hanya menggunakan style mohawk pada saat-saat tertentu saja.
Tanpa style mohawk, rambutnya bisa terurai mencapai lutut.

Info dari www.guinnessworldrecords.com
Seorang Mohawk hairstyle (fashion designer's) atau dikenal Mohican (dalam bahasa British English) telah mengukur tinggi rambut Kazuhiro Watanabe ini berukuran 113,5 cm (44,68 inci), dan diverifikasi di Tokyo, Jepang pada bulan Oktober 2011.

Sebelumnya, rekor untuk Mohawk tertinggi adalah 80 cm (31,5 inci) milik Stefan Srocka Jerman.

Bentuk-bentuk Gaya Hidup

Menurut Chaney (dalam Idi Subandy,1997) ada beberapa bentuk gaya hidup, antara lain :
a. Industri Gaya Hidup
Dalam abad gaya hidup, penampilan-diri itu justru mengalami estetisisasi, “estetisisasi kehidupan sehari-hari” dan bahkan tubuh/diri (body/self) pun justru mengalami estetisisasi tubuh. Tubuh/diri dan kehidupan sehari-hari pun menjadi sebuah proyek, benih penyemaian gaya hidup. “Kamu bergaya maka kamu ada!” adalah ungkapan yang mungkin cocok untuk melukiskan kegandrungan manusia modern akan gaya. Itulah sebabnya industri gaya hidup untuk sebagian besar adalah industri penampilan.
b. Iklan Gaya Hidup
Dalam masyarakat mutakhir, berbagai perusahaan (korporasi), para politisi, individu-individu semuanya terobsesi dengan citra. Di dalam era globalisasi informasi seperti sekarang ini, yang berperan besar dalam membentuk budaya citra (image culture) dan budaya cita rasa (taste culture) adalah gempuran iklan yang menawarkan gaya visual yang kadang-kadang mempesona dan memabukkan. Iklan merepresentasikan gaya hidup dengan menanamkan secara halus (subtle) arti pentingnya citra diri untuk tampil di muka publik. Iklan juga perlahan tapi pasti mempengaruhi pilihan cita rasa yang kita buat.
c. Public Relations dan Journalisme Gaya Hidup
Pemikiran mutakhir dalam dunia promosi sampai pada kesimpulan bahwa dalam budaya berbasis-selebriti (celebrity based-culture), para selebriti membantu dalam pembentukan identitas dari para konsumen kontemporer. Dalam budaya konsumen, identitas menjadi suatu sandaran “aksesori fashion”. Wajah generasi baru yang dikenal sebagai anak-anak E-Generation, menjadi seperti sekarang ini dianggap terbentuk melalui identitas yang diilhami selebriti (celebrity-inspired identity)-cara mereka berselancar di dunia maya (Internet), cara mereka gonta-ganti busana untuk jalan-jalan. Ini berarti bahwa selebriti dan citra mereka digunakan momen demi momen untuk membantu konsumen dalam parade identitas.
d. Gaya Hidup Mandiri
Kemandirian adalah mampu hidup tanpa bergantung mutlak kepada sesuatu yang lain. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, serta berstrategi dengan kelebihan dan kekurangan tersebut untuk mencapai tujuan. Nalar adalah alat untuk menyusun strategi. Bertanggung jawab maksudnya melakukan perubahan secara sadar dan memahami betuk setiap resiko yang akan terjadi serta siap menanggung resiko dan dengan kedisiplinan akan terbentuk gaya hidup yang mandiri. Dengan gaya hidup mandiri, budaya konsumerisme tidak lagi memenjarakan manusia. Manusia akan bebas dan merdeka untuk menentukan pilihannya secara bertanggung jawab, serta menimbulkan inovasi-inovasi yang kreatif untuk menunjang kemandirian tersebut.
e. Gaya Hidup Hedonis
Gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang aktivitasnya untuk mencari kesenangan hidup, seperti lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain, senang pada keramaian kota, senang membeli barang mahal yang disenanginya, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk dari suatu gaya hidup dapat berupa gaya hidup dari suatu penampilan, melalui media iklan, modeling dari artis yang di idola kan, gaya hidup yang hanya mengejar kenikmatan semata sampai dengan gaya hidup mandiri yang menuntut penalaran dan tanggung jawab dalam pola perilakunya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup

Menurut pendapat Amstrong (dalam Nugraheni, 2003) gaya hidup seseorang dapat dilihat dari perilaku yang dilakukan oleh individu seperti kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan atau mempergunakan barang-barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
Lebih lanjut Amstrong (dalam Nugraheni, 2003) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang ada 2 faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar (eksternal).
Faktor internal yaitu sikap, pengalaman, dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif, dan persepsi (Nugraheni, 2003) dengan penjelasannya sebagai berikut :
a.Sikap. Sikap berarti suatu keadaan jiwa dan keadaan pikir yang dipersiapkan untuk memberikan tanggapan terhadap suatu objek yang diorganisasi melalui pengalaman dan mempengaruhi secara langsung pada perilaku. Keadaan jiwa tersebut sangat dipengaruhi oleh tradisi, kebiasaan, kebudayaan dan lingkungan sosialnya.
b.Pengalaman dan pengamatan. Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan sosial dalam tingkah laku, pengalaman dapat diperoleh dari semua tindakannya dimasa lalu dan dapat dipelajari, melalui belajar orang akan dapat memperoleh pengalaman. Hasil dari pengalaman sosial akan dapat membentuk pandangan terhadap suatu objek.
c.Kepribadian. Kepribadian adalah konfigurasi karakteristik individu dan cara berperilaku yang menentukan perbedaan perilaku dari setiap individu.
d.Konsep diri. Faktor lain yang menentukan kepribadian individu adalah konsep diri. Konsep diri sudah menjadi pendekatan yang dikenal amat luas untuk menggambarkan hubungan antara konsep diri konsumen dengan image merek. Bagaimana individu memandang dirinya akan mempengaruhi minat terhadap suatu objek. Konsep diri sebagai inti dari pola kepribadian akan menentukan perilaku individu dalam menghadapi permasalahan hidupnya, karena konsep diri merupakan frame of reference yang menjadi awal perilaku.
e. Motif. Perilaku individu muncul karena adanya motif kebutuhan untuk merasa aman dan kebutuhan terhadap prestise merupakan beberapa contoh tentang motif. Jika motif seseorang terhadap kebutuhan akan prestise itu besar maka akan membentuk gaya hidup yang cenderung mengarah kepada gaya hidup hedonis.
f. Persepsi. Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk suatu gambar yang berarti mengenai dunia.
Adapun faktor eksternal dijelaskan oleh Nugraheni (2003) sebagai berikut :
a. Kelompok referensi. Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Kelompok yang memberikan pengaruh langsung adalah kelompok dimana individu tersebut menjadi anggotanya dan saling berinteraksi, sedangkan kelompok yang memberi pengaruh tidak langsung adalah kelompok dimana individu tidak menjadi anggota didalam kelompok tersebut. Pengaruh-pengaruh tersebut akan menghadapkan individu pada perilaku dan gaya hidup tertentu.
b. Keluarga. Keluarga memegang peranan terbesar dan terlama dalam pembentukan sikap dan perilaku individu.Hal ini karena pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaan anak yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidupnya.
c. Kelas sosial. Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat, yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang, dan para anggota dalam setiap jenjang itu memiliki nilai, minat, dan tingkah laku yang sama. Ada dua unsur pokok dalam sistem sosial pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kedudukan (status) dan peranan. Kedudukan sosial artinya tempat seseorang dalam lingkungan pergaulan, prestise hak-haknya serta kewajibannya. Kedudukan sosial ini dapat dicapai oleh seseorang dengan usaha yang sengaja maupun diperoleh karena kelahiran. Peranan merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan. Apabila individu melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka ia menjalankan suatu peranan.
d. Kebudayaan. Kebudayaan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh individu sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, meliputi ciri-ciri pola pikir, merasakan dan bertindak.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). Faktor internal meliputi sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif , dan persepsi. Adapun faktor eksternal meliputi kelompok referensi, keluarga, kelas sosial, dan kebudayaan.

Gaya Hidup Hedonis Remaja Modern

Gaya hidup
menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002). Menurut Susanto (dalam Nugrahani,2003) gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku. Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang misalnya gaya hidup hedonis, gaya hidup metropolis, gaya hidup global dan lain sebagainya.
Plummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang di identifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya. Adler (dalam Hall & Lindzey, 1985) menyatakan bahwa gaya hidup adalah hal yang paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan 3 hal utama dalam kehidupan yaitu pekerjaan, persahabatan, dan cinta sedangkan Sarwono (1989) menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi gaya hidup adalah konsep diri.
Hawkins (dalam Nugroho, 2002) yang mengatakan bahwa pola hidup yang berhubungan dengan uang dan waktu dilaksanakan oleh seseorang berhubungan dengan keputusan. Orang yang sudah mengambil suatu keputusan langkah selanjutnya adalah tindakan.
Orang yang sudah mengambil keputusan untuk mencari kesenangan dari uang yang dimiliki seperti melakukan aktivitas nyata untuk berbelanja di mall atau supermarket, tentu saja memberi nilai tambah dari pada berbelanja di toko biasa. Adapun penggunaan waktu dengan gaya hidup merupakan kreativitas individu dalam memanfaatkan waktu yang ada untuk kegiatan yang bermanfaat atau kegiatan untuk bersenang-senang.
Menurut SRI International (1989) salah satu contoh segmentasi psikografis adalah VALS 2. Dalam VALS 2 (Values & Life Style) terdapat dua dimensi yang menjadi titik beratnya, yaitu self orientation dan resources. Resources yang dimaksudkan bukanlah semata-mata materi, tetapi dalam arti yang luas yang mencakup sarana dan kapasitas psikologis, fisik, dan demografis. Dalam perilaku konsumsi yang didorong oleh self orientation terdapat tiga kategori yaitu principle, status dan action.
Self orientation yang bertumpu pada principle, berarti keputusan untuk membeli berdasarkan karena keyakinannya. sehingga keputusannya untuk membeli bukan hanya karena ikut-ikutan atau sekedar untuk mengejar gengsi. Boleh dikatakan tipe ini lebih rasional sedangkan yang bertumpu pada status, keputusannya dalam mengkonsumsi didominasi oleh apa kata orang. Produk-produk bermerek menjadi pilihannya. Bagi yang bertumpu kepada action, keputusan dalam berkonsumsi didasari oleh keinginannya untuk beraktivitas sosial maupun fisik, mendapatkan selingan atau menghadapi resiko.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang di ekspresikan dalam aktivitas, minat, opininya dan dimensi self orientation gaya hidup mencakup tiga kategori yaitu prinsip, status, aksi.

PUITIS


Jangan mencari orang yang sempurna tetapi cintailah orang yang mencintai kamu dengan cara yang sempurna.
Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik.

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda.

“Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)”.

(HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan Syaikh al-Albani)

“Orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (macam penderitaan): Kekalutan (pikiran) yang selalu menyertainya, kepayahan yang tiada henti, dan penyesalan yang tiada berakhir. Hal ini dikarenakan orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) jika telah mendapatkan sebagian dari (harta benda) duniawi maka nafsunya (tidak pernah puas dan) terus berambisi mengejar yang lebih dari pada itu, sebagaimana dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Seandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yang berisi) harta (emas), maka dia pasti (berambisi) mencari lembah harta yang ketiga.‘”
(HR. al-Bukhari, no. 6072 dan Muslim, no. 116)

“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.”
(HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)
- sumber: blogspot
 


Support : Copyright © 2013. Kifli Prasbhara - All Rights Reserved Rakyat Sulawesi
Proudly powered by Blogger